Laman

Rabu, 27 Juli 2011

Sebelum Ramadhan


Assalamu'alaykum Zee...

It's been a long time not writing on you. So many inspirations, but i can't write it down yet. Belakangan ini, lagi gak mood nulis, meski banyak yg ingin ditumpahkan. Tapi kali ini aku menyempatkan diri untuk curhat disini. Seperti biasa, di pojok tercinta, ruang kantorku, dengan lampu yang dimatikan, dengan AC yg dingin, dan alunan musik instrumental yg bikin ngantuk.

Zee, Ramadhan tinggal menghitung hari, tidak seperti Ramadhan sebelumnya, aku menyambut dengan suka cita, kali ini, ada perasaan yg sangat mengganggu, perasaan suka bercampur duka, kegembiraan bercampur kesedihan. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh Rahmat bagi umat islam, waktunya Alloh ngobral pahala dan keberkahan. Tapi sekali lagi, aku sedih, karena Ramadhan kali ini, lengkap keduanya, Emak dan Bapakku tak bersama kami.

Lebih dari sepuluh tahun yg lalu, Emak pergi menghadapNya, saat itu bulan Ramadhan, seminggu sebelum lebaran dan sejak itu Ramadhan menyisakan trauma sendiri bagiku. Menjalani puasa, dengan perasaan ada sesuatu yang hilang, sebahagian besar dari diriku, dari tahun ke tahun terus begitu. Tahun ini, semakin berat rasanya. Masih basah, masih hangat, masih ingat, episode demi episode, detik demi detik ketika aku mengantarkan Bapak menghadapi sakaratul maut, dan menyaksikan dengan tegas saat dadanya berhenti bergerak, saat nafasnya tak lagi terhela, lebih dari seratus hari yang lalu...

Aku tau semuanya sudah suratan taqdir, namun aku tetap tak bisa melawannya, terlalu berat Zee...Aku tak tau harus bagaimana menghilangkannya, semakin kucoba, semakin menyiksa. Jadi, biar kunikmati saja rasa ini, biar menjadi cambuk, biar menjadi cermin, biar menjadi belenggu...biar aku mendekat dan tidak pernah menjauh lagi, dariNya, Sang Maha Cinta. Biar begini, aku ingin bermanja denganNya.

Zee, bahasaku mungkin rancu, gak karuan, gak berbentuk, seperti hatiku yg belum juga kembali mewujud...semua, masih rancu, masih berserakan, masih basah, masih hangat, masih ingat, masih menyesakkan. Aku berharap, kelak Dia memberikanku obat penawarnya. Doakan ya Zee...Wassalamu'alaykum.


Ada yang hilang dan tak kan pernah terganti

Ada yang pergi dan tak kan pernah kembali

Alloh...
Kuatkan diri
Yakinkan hati
Bahwa Engkau sungguh Maha Kasih..
.